MEMBANGUN WACANA INDUSTRI GAS di INDONESIA (REBLOGGED from Majalah TEMPO)

MEMBANGUN WACANA INDUSTRI GAS di INDONESIA

 REBLOGGED from Majalah TEMPO edisi  4 – 19 Februari 2013,

Terima kasih, Redaksi TEMPO

Membangun Wacana Industri Gas di Indonesia

Membangun Wacana Industri Gas di Indonesia

UNDANG-UNDANG DASAR 1945

Pasal 33

(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.
(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. 4)
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Pasal ini diatur dalam undang-undang.

KOMENTAR EDITOR

Membaca judul dari berita yang terpampang diatas yakni berkenaan dengan artikel di Tempo berjudul: ” MEMBANGUN WACANA INDUSTRI GAS di INDONESIA” maka saya teringat kepada keadaan dimasa Orde Baru dmana permasalaham SAMA dihadapi negara kita ini dengan pemanfaatan sumber daya atau seperti yang disebut di UUD 45, Pasal 33 “..kekayaan yang terkandung di buni Indonesia yakni doeloe, waktu ketersediaannya, katanya, masih berlimpah-limpah yakni: MINYAK BUMI.

Telah 40 tahun lebih berlampau tetapi masih juga INDONESIA BELUM BERSATU….. Belum merupakan Indonesia Inc. sebagaimana konon kekuatan Jepang dalam ekonominya bisa jatuh bangun karena adanya JAPAN INC.  Seperti kini diperlihatkan lagi pasca Tsunami yang telah memporak porandakan energi dan juga ekonomi Jepang.

Hanya di berbagai GBHN (masih ingat?) tertulis beberapa Program Lima Tahun Pembangunan Nasional, de facto tak ada yang bersifat nasional dalam gerak gerik departemen ini dan itu. Saya sempat menyaksikan sendiri bagaiman PERTAMINA dan Departemn Perindustrian berebut hegemoni atas perkembangan industri petrokimia. Persaingan begitu hebat sehingga akhirnya kedua2nya tidak mendapat kekuasaan yang diinginkan. Yang mendapat piala adalah: “The Winner Takes it All” (Lagu populer masa itu oleh ABBA) and …….THE WINNER WAS ……… Anak2nya Presiden Suharto yang kemudian juga berantem antara bersaudara untuk mendapatkan piala (KOMISI) industri petrokimia ini……. Dan karena semua beralih ke pandangan politis dan oportunistis maka keseluruhannya kini diambil oleh tetangga “tercinta” kita Malaysia. Beersama dengan Singapore mereka menjadi THE REGIONAL PETROCHEMICAL INDUSTRY PLAYERS. Dan Indonesia yang (tadinya memiliki feedstock DAN pasaran terbesar) tinggal gigit jari saja…….

Gas bumi yang kini menjadi sumber daya alam yang diperebutkan antara berbagai pihak….. Yah main2 rebut2 saja terus menenrus SAMPAI habis gasnya dan tidak digunakan sesuai yang disebut dalam pasal 33, UUD ’45 itu. Tidak ada evaluasi  berkeseluruhan dalam pemanfaatan gas ini degan memperhitngkan nilai utuk:  sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Apakah tidak bisa? Bukan tidak bisa……. TIDAK MAU karena masing2 menjadi raja2 kecil yag lambat laun semakin kerdil untuk menjadi champion dibdangnya…. menghasilkan nilai ekspor yang “tertinggi” dan bukan NILAI TAMBAH tertinggi dan rakyat Indonesia sekali lagi akan menggigit jari dalam kemiskinan …….. THE LOOSER HAS TO FALL……. BELUM SELESAI….. THE GAME IS ON AGAIN

Masih ada BATU BARA……. nasib sumber daya ini juga akan mengalami nasib yang naas serupa itu. Berebut2 sekarang….. menggigit jari kemudian,,,,,, Katanya kata Raja Perancis Louis nr xx (semoga nulisnya benar) “Apres nous le deluge” (Sesudah kita biarlah malapetaka). Mungkin juga benar bahwa  ALTHOUGH IT IS HISTORY …..THAT IS OUR DESTINY………

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s