MY HOUSE in Jakarta and ECENG GONDOK

Sudah lama aku tak menambahkan apa2pun ke aneka blog saya yang bertaburan di dunia maya. Semoga blog saya yang baru saya akan upload ini dapat menarik perhatian di Sulawesi Utara (khususnya TONDANO) karena topiknya berkaitan dengan satu masalah (dimata kebanyakan orang) yang sebenarnya dapat dijadikan BERKAT dari Yang Maha Kuasa.

Topiknya sebagaimana disebut diatas adalah ECENG GONDOK (yang bikin gondok banyak orang). Aku bukan sok tahu tetapi dibawah ini adalah kopyan dari sumber lain:

Eceng gondok juga mempunyai nama latin yaitu : Eichhornia crassipes.
Klasifikasinya adalah sebagai berikut:
Divisi: Spermatophyta
Subdivisi:Angiospermae
Kelas: Monocotyledoneae
Suku: Pontederiaceae
Marga: Eichhornia
Jenis: Eichhornia crassipes Solms

 

Eceng Gondok
Eceng Gondok

 

Aku menemukan berbagai sumber2 di daftar Paman GOOGLE a.l di alamat berikut di
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=3&jd=Eceng+Gondok&dn=20070910113420

Dalam referensi ini dilaporkan mengenai pemenang satu lomba karya tulis bernama Yeni yang a.l. menulis:

“Semua komponen tanaman eceng gondok ini bisa dimanfaatkan. Pertama, katanya, hasil labnya menunjukkan eceng gondok mampu mengikat unsur logam dalam air. Makanya tanaman ini hanya cocok hidup di air yang kotor dibandingkan air bersih. Kedua, daunnya bisa dipakai bahan pakan ternak. Ketiga, seratnya bisa dipakai bahan kerajinan tangan dan sudah banyak diekspor ke luar negeri. Keempat, batangnya bisa dipakai penyangga rangkaian bunga. Peluang inilah, menurut Yeni, belum maksimal dimanfaatkan oleh masyarakat, sehingga belum ada yang sampai membudidayakan eceng gondok di Bali.”

JADI:¬† Asal mau mencari jalan dan mau berkerajinan tangan (yang sepertinya tidak terlalu trendi di SULUT) maka ada emas tersembunyi di”gulma” yang mendongkolkan orang2 Tondano.

Dibawah ini beberapa foto dari rumahku di Jakarta yang memperlihatkan betapa Enceng Gondok turut menghias rumah saya.

 

Ruang keluarga
Ruang keluarga

 

 

"Loper" cocok dengan gaya minimalis
"Loper" cocok dengan gaya minimalis

 

 

Perhatikan motif kotak2 disebabkan oleh Eceng Gondok
Perhatikan motif kotak2 disebabkan oleh Eceng Gondok

 

 

Satu motif yang sederhana: engon + benang katun
Satu motif yang sederhana: engon + benang katun

 

Setelah menggali lagi didaftar yang disajikan Om Google maka kudapati bahwa ternyata pihak ITB-pun bersedia turun dari takhtanya di menara gading dan menulis a.l.:

“Ilmu pengetahuan adalah sebuah karunia Allah yang harus diamalkan agar dapat bermanfaat untuk kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia. Berangkat dari sini maka Yayasan Lentera Persada (LENSA) ingin berpartisipasi untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pengalaman yang telah dan akan kami lakukan berkaitan dengan pengelolaan tanaman Eceng Gondok.
Eceng Gondok yang pada mulanya hanya dikenal sebagai tanaman gulma air karena pertumbuhannya yang begitu cepat sehingga menutupi permukaan air, dan menimbulkan dampak pada menurunnya produksi di sektor perikanan juga menimbulkan permasalahan lingkungan lainnya seperti cepatnya penguapan perairan. Namun dilain pihak Eceng Gondok juga memberikan benefit dan profit yang begitu besar.
Yayasan Lentera Persada (LENSA) ingin mengangkat suatu potensi eceng gondok dengan berbagai pemanfaatannya. Pada kesempatan ini Lensa ingin mengetengahkan potensi eceng gondok sebagai salah satu bahan baku untuk sektor industri Furniture dan Kerajinan Tangan yang mempunyai prospek usaha yang cerah.
LENSA mengajak berbagai pihak yang bergerak pada bisnis ini dengan melakukan perencanaan yang baik sehingga tidak menghilangkan fungsi utama dari eceng gondok sebagai absorber logam dan sedimen untuk menjaga kualitas air.”

DAN sapa nyana pihak UNSRAT juga meneliti masalah air di Danau Tondano walaupun pendekatannya lebih kearah analisa….

“Research Report from SAPTUNSRAT / 2001-07-19 09:27:00
By : Djoni Kaunang, Ir; Ronny Soputan, Ir., Fakultas Pertanian Unsrat
Created : 2000-01-00, with files

Keyword : Danau Tondano, aspek tanah

Danau Tondano merupakan salah satu danau yang penting di Sulawesi Utara. Air sungai di danau ini dimanfaatkan untuk air minum dan pembangkit tenaga listrik. Keadaan danau ini mengalami pendangkalan yang berakibat pada ketersediaan air minum dan gangguan pada aliran listrik dikota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor utama yang menimbulkan terjadinya pendangkalan di danau Tondano. Hasil analisis kualitas air menunjukkan bahwa kadar fosfat didaerah yang ada eceng gondok banyak berkisar antara 0,84 samapi 0,96 Mg/L sedangkan daerah yang tidak ada eceng gondok kadar fosfat 0,17 mg/L. Kadar lumpaur yang ditumbuhi eceng gondok menunjukkan bahwa bahan organik 4,60%. Nitrogen total 0,23 %; Posfat tersedia 63,8 ppm; dan Kalium dapat ditukarkan 0,51 me/100 gr.

QUO VADIS?

Apakah tak ada interes untuk PEMANFAATAN yang dapat memberikan nilai tambah kepada satu species yang bak jatuh dari langit????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s