Mengenang kunjungan ke Irak ditahun 1980 (I remember my visit to Iraq in 1980)

Mengenang kunjungan ke Irak ditahun 1980 .

I remember my visit to Iraq in 1980

(English translation will be added a.s.a.p)

Kuingat bahwa diawal tahun 1980 rekan kerja saya Ir. AA menanyakan kepada saya apakah saya berkenan menggantikan beliau untuk menghadiri suatu iven “International Petrochemical Conference” di Bagdad, Irak. karena beliau sendiri kebetulan berhalangan. Saya dimasa itu sering mengikuti konperensi sejenis di negara2 ASEAN dan cukup tertarik untuk mendapat kesempatan mengunungi suatu negera Arab maka saya menyetujui usulan beliau.

Setelah surat menyurat registrasi peserta rampung dan segala perizinan dalam negeri (harus punya izin dari SekNeg segala) dan visa serta tiket diurus oleh bagian perjalanan PERTAMINA maka saya dapat berangkat. Seingat saya jalur yang ditempuh adalah Jakarta – Karachi (KLM) lalu pindah pesawat (Pakistan Airlines) Karachi – Bagdad. Seingat saya waktu stopover di Karachi adalah malam2 sehingga waktu tiba di Bagdad Airport adalah pagi hari, karena waktu itu kecepatan rata2 terbang belum sebesar seperti sekarang.

Ternyata bahwa pada saat akan menerimakan koper bawaan saya, maka kopernya tidak sampai. (That may happen….. so this time it happened to me) Beruntung bahwa saya membawa pula satu koper kecil yang berisi baju tidur,keperluan toilet dan satu setelan rok/blus/jacket. Ternyata saya sudah dijemput oleh seorang anggauta panitia penyelenggara dan komunikasi tidak ada masalah karena berbicara dalam bahasa Inggeris.

Habaniyah dekat Bagdad
Habaniyah dekat Bagdad

Konperensi diselenggarakan di satu resor bernama Habaniya didekat Ramadi (lihat peta). Resor ini berada sekitar 40 km dari pusat kota Bagdad, dan terletak pinggir satu danau. Arsitektur resornya menurut saya sangat indah, modern bernuansa Arab. Karena saya tiba sehari sebelum pembukaan konperensi maka saya berkesempatan jalan2 melihat2 sekeliling resor dan membuat beberapa foto.

Resor tempat konperensi
Resor tempat konperensi
Resor dan danau
Resor dan danau
Modern bernuansa Arab
Modern bernuansa Arab
Kaskade air
Kaskade air
Berbagai "cottage"
Berbagai “cottage” dari resor untuk “penggede” konperensi
Taman resor
Taman resor

Juga saya berkesempatan melihat arrival dari para peserta konperensi lainnya yang berasal dari Eropa, USA dlsbnya. Pada pagi hari pembukaan konperensi saya lihat peserta2 domestik tiba. Pada umunya mereka orang2 muda mungkin sarjana2 yang diantaranya juga banyak wanitanya. Mereka , seperti saya juga, berpakaian barat dan bersikap sangat “casual” atau biasa2 saja.

Memang dimasa itu sebenarnya kita dapat mengamati satu kebangkitan dari idustri petrokimia di negara2 berkembang. Negara2 berkembang yang sebelumnya hanya menjadi pengekspor minyak mentah, ingin “naik tingkat” mengejar nilai tambah yang jatuh ketangan negara maju sedangkan masyarakat negara berkembangnya hanya menjadi pemakai komoditi hasil impor petrokimia yang dibutuhkannya seperti bahan tekstil, bahan plastik, deterjen, pupuk kimia dlsbnya. Saya rasa bahwa kami di Indonesia sudah sangat maju waktu itu dan bahkan lebih maju dari mereka di negara2 Arab sekalipun disektor industri petrokimia. Sayang posisi itu kemudian kita tak dapat pertahankan hanya karena terhalang oleh persaingan internal di negeri kita sendiri yang bersumber pada kecemburuan2 pribadi dan politisasi permasalahan.

Sekeliling resor
Sekeliling resor

Pada waktu itu di Irak sedang dipersiapkan satu komplek industri petrokimia yang besar di bagian selatan, di kotaBasra dekat pelabuhan. Jadi pada hakekatnya Konperensi yang ini adalah sebagai satu “eye opener” untuk mempersiapkan khalayak ramai, tetapi teristimewa juga para teknokrat2 muda yang akan berprofesi di sektor industri ini. Tak heran pula saya bahwa yang akan meresmikan pembukaan konperensi adalah Presiden Republik Irak itu sendiri, yakni Saddam Hussein. Beliau datang dan acara langsung dimulai tepat waktu. Walaupun saya tidak mengerti apa yang beliau katakan, namun kesan saya adalah bahwa beliau adalah seorang pembicara yang berbobot, dengan nada yang rendah dengan mengucapkan kata2 yang dipilihnya hati2 tanpa dimengerti pula bagi saya, meninggalkan satu impresi cukup dalam.

Program selanjutnya selama dua hari pada hakekatnya sama seperti yang saya lazim mendengarkan di negara2 Asia Tenggara. bertolak dar pengamatan pertumbuhan masyarakat atau penduduk setempat mengadakan deduksi terhadap jenis dan jumlah produk2 petrokimia yang dibutuhkan. Lalu mendiskusikan berbagai alternatip2 teknologis yang tersedia sehingga kemudian dapat menyimpulkan desain dari komplek petrokimia yang optimal, baik untuk jangka waktu pendek maupun jangka waktu panjang. Pola pikir ini sudah kukenal luar dalam tinggal aplikasinya untuk sikon masing2 negara yang berbeda2, baik dari jenis bahan baku yang tersedia maupun dari jumlah dan ciri2 penduduknya.

Dari PETA TURIS

Tentunya seperti pada setiap konperensi sejenis diselenggarakan juga “study tour”. Biasanya ke suatu industri yang berkaitan, namun karena mugkin belum ada waktu itu maka dipilih kunjungan ke tempat yang bersejarah yakni Babylon di peta tertera BABIL. Saya mempunyai kebiasaan untuk membeli peta pada setiap kali saya berkunjung ke suatu negara untuk pertama kalinya. Pada kesempatan ini saya membeli satu “Tourist Map” dan saya beruntung bahwa peta itu masih ada untuk membuat beberapa scanning yang saya dapat sajikan pada postingan saya ini. Untuk sampai ke Babylon kami liwati pusat kota Bagdad dan juga melampaui satu jembatan diatas Sungai Tigris.

Pusat kota Bagdad
Pusat kota Bagdad
Jembatan melintasi S. Euphrat
Jembatan melintasi S. Tigris

Ternyata bahwa dari semua kemegahan zaman dulu dari Babylon, waktu saya berkunjung hanya tertinggal satu patung saja. beberapa dinding serta fondasi yang saya sempat jepret seperti terlihat dibawah ini.

Peninggalan satu2nya
Peninggalan satu2nya yang luar biasa indah bentuknya.
Pandangan samping
Pandangan samping

Disamping itu masih ada beberpa dinding yang saya potret dan saya sajikan dibawah ini:

Tampak waktu saya berkunjung
Tampak waktu saya berkunjung dan dapat dibandingkan dengan gambar2 dari brosur.
Ada puing2 dinding purba
Ada puing2 dinding purba
Satu sisi lain dari dinding
Satu sisi lain dari dinding

Dibawah ini saya akan tampilkan gambar2 yang saya scan dari bagian belakang dari Peta Turis yang saya beli:

Peta untuk turis Irak (1980)
Peta  turis Irak (1980)
Gerbang (gambar dari Peta Turis)
Gerbang Ishtar (gambar dari Peta Turis)

Alangkah megahnya di zaman Nebukadnezar II, 604-562 BC  Gambar diatas memperlihatkan Gerbang Ishtar ini dizaman BABYLONIA . Ishtar adalah nama Dewi di Babylonia masa itu. Gambar2 dibawah ini juga berasal dari Peta Turis Irak (1980) memperlihatkan satu kebudayaan yang tinggi dengan tata kota yang bagus zaman itu. Juga terlihat taman yang indah disudut kanan atas gambar.

Babylonia
Gerang Ishtar Babylonia dengan “Hanging(?) Garden” dikanan atas.

Gambar Hanging Garden dari Peta TurisGambar Hanging Garden dari Peta Turis

Ishtar_Gate_at_Berlin_Museum
Ishtar Gate at Berlin Museum, Photo Rictor Norton, Thanks.
Inskripsi Zaman Nebuchadnezzar II
Inskripsi Zaman Nebuchadnezzar II

Baik Gerbang Ishtar maupun Inskripsi berasal dari Zaman berkuasanya Nebuchaddnezazar II 604-562 BC.  dan seteklah rekonstruksi berada di Museum Pergamon di Berlin.

Ornamen yang indah
Gambar dari salah satu ornamen didinding
Lagi close up dari suatu unsur ornamen yang indah
Lagi close up dari suatu unsur ornamen yang indah
Gambar rumah di Basra
Gambar rumah di Basra

Gambar diatas juga dari Peta Turis, sedangkan diatas sudah disebut bahwa dikota itu (waktu itu) akan didirikan komplek petrokimia mereka.

Gambar patung indah di HATRA
Gambar patung indah di HATRA

Waktu saya check di Wikipedia ternyata Hatra ini juga satu tempat yang bernilai sejarah luar biasa. Silahkan dicek sendiri

Menara di Samarra
Menara di Samarra

Bacalah tentang Samarra di Wikipedia.

Great_Mosque_of_Samarra
Great_Mosque_of_Samarra picture from Wikipedia
Peta dunia discan dari Peta turis 1980
Peta dunia discan dari Peta turis 1980
Liberation (!?)
Liberation (!?) discan dari Peta Turis. Apakah monumen ini masih eksis?

Pada saat saya menyusun postingan saya ini saya merenungkan keagungan dari tempat2 yang saya perlihatkan diatas……. bagaimanakah sisa2 yang masih ada…? Ditahun 1980 kelihatannya akan diadakan restorasi disana-sini, lalu datanglah agresi kedua Bushmen kesana…….Saya sering mendengar dan melihat warta berita dunia dan mengenal nama2 kota2 Falluja, Abu Ghraib dan apa yang terjadi disana…….. Kota2 itu ternyata ada di peta diatas. Kesimpulanku hanya satu: ….. bahwa memiliki sumber daya alam seperti minyak bumi pada hakekatnya bukan berkat…..

SEKIAN

PS. Koper yang hilang ternyata setengah tahun kemudian saya dapat peroleh kembali melalui tangan putera saya yang sulung sewaktu ia pulang dari Holland dan pada saat check out di Bandara Halim Perdanakusuma di Cililitan yakni Bandara Internasional Jakarta pada masa itu, karena KEBETULAN memakai KLM juga dititipkan saja kepadanya……. karena namanya mirip dengan nama saya …. (?!?!?!)

2 Comments Add yours

  1. Menarik sekali kunjungan ke Iraknya. Saya ke Irak pada bulan Desember 1992 dan September 2014. Dua tempat yang sama dan di dua persitiwa yang berbeda. Kunjungan pertama semasa Presiden Irak Saddam Hussein berkuasa. Kunjungan kedua, ketika era Saddam Hussein berakhir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s