Rel KERETA-API Trans-Sulawesi (Reblogged from KOMPAS)

Rel KERETA API Trans-Sulawesi
Gambar dari Majalah LOGIS edisi Mei'13
Scanning BERITA UTAMA (Silahkan KLIK) Majalah LOGIS April 2013
Rabu, 10 Oktober 2012 | 03:21 WIB
REBLOGGED from KOMPAS
Jakarta, Kompas – Enam gubernur yang berada di Pulau Sulawesi diminta segera membuat studi kelayakan pembangunan jaringan transportasi kereta api trans-Sulawesi. Pembangunan jalur kereta api di Sulawesi memerlukan komitmen bersama dari pemerintah provinsi di sana.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (9/10), mengatakan kerja sama wilayah antarprovinsi dibutuhkan dalam pembangunan jalur kereta api di Sulawesi. Tanpa itu, pembangunan dikhawatirkan tumpang tindih seperti pembangunan jalan trans-Sulawesi.

”Kami berharap para gubernur mengajukan studi kelayakan daerahnya untuk jalur kereta api. Dari sini, pembangunan transportasi disinkronkan,” katanya.

Mangindaan menyebut pemerintah siap mendanai lewat APBN pembangunan megaproyek itu. Sejumlah perusahaan swasta luar negeri juga berminat berinvestasi dalam jalur kereta api. ”Tunggu apa lagi,” katanya.

Kepala Bappeda Sulut Noldy Tuerah mengatakan, sejak awal daerahnya siap untuk pembangunan jaringan transportasi tersebut. Malah kesiapan Sulut lebih konkret dengan membuat maket jalur kereta api.

Menurut Noldy, semula pembangunan jalur kereta api telah dijajaki Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang saat tahun 2011 berkunjung ke Rusia dan bertemu pengusaha transportasi. Pihak Rusia menyatakan minat melihat wilayah Sulawesi.

Menurut Mangindaan, pembangunan jalur kereta api di Sulawesi dibutuhkan dalam rangka mobilisasi ekonomi utara (Manado)-selatan (Makassar) sekaligus menjangkau wilayah tengah (Palu dan Kendari) serta wilayah pedalaman yang punya potensi perkebunan dan pertanian.

Mangindaan mengatakan, potensi perkebunan cokelat, kelapa, cengkeh, dan beras cukup besar. Selama ini masyarakat mengeluhkan transportasi ke kawasan perdagangan dengan ongkos yang tinggi.

Soal kepastian pembangunan, Mangindaan mengatakan, semua tergantung kepada gubernur yang menjadi jugapenguasa wilayah. ”Percuma kita membangun jika pembangunan terhambat pembebasan lahan,” katanya.

Mangindaan menambahkan, proyek pembangunan rel kereta api Makassar-Manado ini memberi dampak positif dalam roda perekonomian, seperti distribusi hasil alam, pengembangan pariwisata, dan makin terbukanya lapangan kerja.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi V (Infrastruktur dan Transportasi) DPR Nusyirwan Soejono, di Jakarta, meminta pemerintah lebih cepat dan tepat dalam mengambil sejumlah kebijakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Proyek-proyek infrastruktur yang kini terhenti pun harus segera dievaluasi dan diputuskan jalan keluarnya. (zal/ryo)

Lihat juga : Kajian Kereta Trans Sulawesi Rampung Tahun Ini

Malah di Sulawesi Selatan sudah siap untuk

2014 Ground breaking Kereta Api TRANS SULAWESI

Aku teringat waktu ditahun 1944 keluarga kami di Makassar dan saya duduk dikelas 2 SMP (dulu namanya Chu Gakko). Sekali sebulan kami harus bekerja Kinro Hoshi (Kerja Bakti). Rupanya Jepang merencanakan satu jalur kereta api   (juga) dan anak2 sekolah sekali2 dipekerjakan disana. Mungkin kami diangkut sama truk (lupa2 ingat) kesatu tempat dimana agaknya sudah diawali peninggian tanah (Mungkin sekarang sekitar Jalan Bawakaraeng) dan anak2 laki2 harus kerja memacul dan angkat2 tanah, sedangkan anak2 perempuan disuruh masak2 dirumah rakyat sekitar lokasi, mananak nasi, menggoreng ikan asin dan (lupa sayur apa) masak sayur juga.

A dream becoming reality after seventy years ……

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s